
Kedatangan Saddil Ramdani ke Persib Bandung bukan hanya soal kepindahan klub, melainkan cerita panjang tentang mimpi masa kecil, restu keluarga, dan ambisi untuk menorehkan sejarah baru.
Pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, ini resmi diperkenalkan sebagai rekrutan pertama Persib untuk musim 2025/26 pada Rabu malam, 11 Juni 2025, setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun.
Langkah besar ini, diakui Saddil, tidak lepas dari peran sang ibu. Restu dan dukungan dari ibunya menjadi penentu utama keputusannya bergabung dengan klub yang pernah hanya bisa ia tonton lewat layar kaca.
“Semua karena restu dari ibu saya. Ibu langsung memberikan keputusan saya untuk bergabung dengan Persib. Apalagi ibu juga sudah senang dengan Persib sebelumnya. Sebab Persib memang tim yang sangat besar di Indonesia. Jadi keputusan saya sangat bulat untuk berada di sini,” ungkap Saddil.
Sebagai gelandang serang Tim Nasional Indonesia, Saddil datang dengan semangat tinggi. Ia ingin menjawab kepercayaan besar itu dengan kontribusi nyata.
Apalagi, keberhasilan Persib menjuarai Liga 1 dua musim berturut-turut, 2023/24 dan 2024/25, menjadi dorongan besar baginya untuk tampil maksimal dan memperpanjang tradisi kejayaan Maung Bandung.
“Saya ingin merasakan juara seperti teman-teman pemain yang sekarang ini. Saya ingin menjadi bagian dari sejarah Persib,” ucapnya.
Persib bagi Saddil bukan sekadar klub besar dengan prestasi gemilang. Lebih dari itu, ada kekuatan emosional yang melekat sejak ia kecil.
“Dulu, saya dan teman-teman di kampung halaman melihat Persib itu tim yang sangat besar. Kami hanya melihat pemain-pemain besar seperti Bang Atep yang bermain di Persib lewat tayangan Liga Indonesia di TV. Jadi, satu kebanggaan untuk saya bisa berada di Persib sekarang,” kenangnya.
Antusiasmenya semakin menggebu saat membicarakan suporter setia Persib, Bobotoh, yang menurutnya luar biasa dalam memberikan dukungan.
“Persib benar-benar hebat. Tim yang besar dengan Bobotoh yang sangat fanatik. Itu yang membuat saya gembira dan sangat termotivasi berada di Bandung,” tegasnya.
Dengan semangat masa kecil, dukungan ibu, dan hasrat membangun sejarah bersama klub kebanggaan Jawa Barat, Saddil kini bersiap membuka lembaran baru di karier profesionalnya, di bawah sorotan lampu Stadion GBLA dan nyanyian ribuan Bobotoh yang menanti pembuktiannya.
Bagikan:

