Laga Pamungkas Penuh Arti, Dado Ingin Kembali dan Kuipers yang Siap Angkat Trofi

foto: persib.co.id/Barly Isham

Laga 1 2024/25 yang mempertemukan Persib dan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 16.00 WIB, akan menjadi momen emosional bagi lebih dari satu pemain.

Bukan hanya soal pertandingan penutup musim, tetapi juga tentang harapan, penantian, dan perayaan yang telah lama dinanti.

Bagi Nick Kuipers, pertandingan ini menjadi kesempatan pertama mengangkat trofi juara di hadapan Bobotoh.

Setelah musim lalu meraih gelar di Madura, kali ini ia bisa merasakan atmosfer kemenangan bersama publik Bandung.

“Musim lalu, kami menjadi juara di Madura. Tapi kali ini berbeda, kami bisa merayakannya bersama Bobotoh. Jadi luar biasa. Ini perasaan yang luar biasa berada di stadion,” ujar bek asal Belanda itu.

Sementara itu, Dedi Kusnandar memiliki harapan lain. Setelah mengalami cedera patah tulang saat menghadapi Barito Putera di Desember 2024, Dado, sapaa akrabnya, berjuang melewati proses pemulihan panjang.

Kini, ia sudah mulai bergabung dalam sesi latihan dan berharap bisa tampil di laga pamungkas ini.

“Saya sudah step by step mulai latihan di lapang, tapi lihat keputusan ada di pelatih. Balik lagi, pilihan ada di pelatih dan saya usahakan. Tapi suatu kehormatan bisa comeback di pertandingan nanti,” katanya.

Dado memimpikan satu momen spesial, tampil kembali di lapangan, menyatu lagi dengan atmosfer kompetisi, dan ikut mengangkat trofi juara bersama rekan-rekannya.

“Sangat bangga, saya syukuri. Apalagi pencapaian itu tidak mudah dan tidak gampang main di Persib dan bisa langsung dua bintang berturut turut, tak perlu menunggu waktu lama, itu luar biasa. Jadi saya sangat bersyukur dengan dua bintang ini,” ungkap pemain bernomor punggung 11 tersebut.

Kuipers pun berbagi semangat yang sama. Ia menilai keberhasilan Persib meraih gelar back to back adalah capaian bersejarah yang layak dirayakan sebesar mungkin.

“Pertandingan terakhir nantinya akan dijalani di kandang dan tentunya kami akan menikmati ini bersama. Karena ini sesuatu yang spesial, kami menjadi juara back to back dan hanya satu klub yang bisa melakukan itu sebelumnya. Jadi sudah seharusnya dirayakan dan semuanya yang ada di Bandung dan mendukung Persib merayakan. Saya melihat banyak orang merayakan dan senang melihatnya,” jelasnya.

Dengan motif yang berbeda, satu kembali dari cedera, satu menatap trofi, keduanya tentu berbagi satu tujuan yang sama, yakni menutup musim ini dengan penuh makna di tengah lautan biru Bobotoh.

Bagikan:


Lainnya