Home / Persib / Konsistensi Pengelolaan Sampah di GBLA Perkuat Arah Keberlanjutan Persib dan Jubelo

Konsistensi Pengelolaan Sampah di GBLA Perkuat Arah Keberlanjutan Persib dan Jubelo

dok. Persib Bandung

Rangkaian laga kandang Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menegaskan pola pengelolaan sampah yang stabil dari waktu ke waktu.

Dalam empat pertandingan sebelumnya, total lebih dari 8 ton sampah sudah dikelola secara bertanggung jawab, mulai dari 2.522 kilogram ketika menjamu Lion City Sailors (18 September 2025), 1.564 kilogram saat bertemu Persebaya Surabaya (12 September 2025), 1.903 kilogram pada laga kontra Persis Solo, hingga 2.079 kilogram saat menghadapi Selangor FC.

Polanya berlanjut pada pertandingan Persib vs Dewa United yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025 lalu.

Pada laga tersebut, program kolaborasi antara Persib dan Jubelo kembali menghasilkan pengelolaan 3.003 kilogram sampah dengan mekanisme pemilahan dan penanganan berlapis.

Data tersebut menandai konsistensi volume dan distribusi kategori sampah yang selama ini muncul di GBLA.

Dari total sampah yang terkumpul, anorganik mendominasi dengan porsi 71,66% (2.152 kilogram), disusul sampah organik 20,38% (612 kilogram), dan residu 7,96% (239 kilogram).

Distribusi ini menentukan jalur pengolahan. Sampah organik diproses menjadi pupuk kompos dan pakan maggot, anorganik dikirim ke fasilitas daur ulang, sementara kategori residu dimusnahkan melalui fasilitas khusus sesuai regulasi lingkungan.

Proses tersebut ditopang oleh 42 tenaga kerja lapangan dan dua ritase pengangkutan, sementara ratusan kantong sampah ditempatkan di area stadion untuk memastikan pemilahan berjalan sejak tingkat awal.

Penataan operasional ini menjadi salah satu elemen kunci yang membuat kolaborasi Persib dan Jubelo dapat dijalankan secara konsisten dari laga ke laga.

Persib menempatkan kerja sama ini sebagai bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada bidang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), kota dan komunitas berkelanjutan (SDG 11), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), serta aksi terhadap perubahan iklim (SDG 13).

Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi aktivitas teknis pertandingan, tetapi juga elemen strategis dari kebijakan keberlanjutan klub.

“Sepak bola punya kekuatan besar untuk menginspirasi perubahan. Lewat langkah sederhana seperti pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, kami ingin menunjukkan bahwa dukungan Bobotoh di stadion bisa sejalan dengan kepedulian terhadap bumi,” ujarnya.

Selain itu, visi ini juga diperkuat melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB yang mengajak Bobotoh mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan area pertandingan, dan mendukung gerakan “Pride of Blue” yang lebih berwawasan lingkungan.

Kampanye tersebut menjadi elemen pendukung dari sistem pengelolaan sampah yang dijalankan setiap pertandingan.

“Kami percaya keberlanjutan bukan hanya soal mengurangi limbah, tapi juga membangun kesadaran kolektif. Setiap pertandingan Persib adalah kesempatan untuk berbuat baik, bukan hanya bagi klub, tapi juga bagi lingkungan,” tambahnya.

Menutup evaluasi keseluruhan program, Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan kembali tujuan kolaborasi tersebut.

“Bersama, kita bisa menjadikan GBLA bukan hanya membirukan, tetapi juga stadion yang ramah lingkungan, aman, nyaman, dan menjadi kebanggaan bersama. Mari terus bersama Persib, bukan hanya untuk kemenangan di lapangan, tetapi juga untuk kemenangan bagi bumi kita,” tutup Adhi.

Share this content:

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *