
Pada pekan kedua IBL 2025, perhatian tertuju pada insiden di GOR Merpati Denpasar. Laga antara Bali United dan Prawira Bandung yang seharusnya menjadi salah satu pertandingan menarik pada Sabtu, 18 Januari 2025, terpaksa dihentikan karena masalah keamanan lapangan.
Keputusan untuk menunda pertandingan ini diambil setelah kondisi lantai lapangan dinilai terlalu licin, berpotensi membahayakan pemain. Meskipun berbagai upaya dilakukan oleh panitia untuk mengatasi masalah ini, termasuk pembersihan dan penggunaan alat pengering tambahan, kondisi tetap tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan.
Wasit menghentikan permainan hanya beberapa detik sebelum kuarter pertama usai. Keputusan ini merupakan bukti komitmen kuat IBL dalam menjamin keselamatan para pemain di setiap pertandingan. Game Director Bali United Richie Kurniawan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar atas penundaan tersebut.
Dalam konferensi pers melalui Zoom, Richie menjelaskan kronologi kejadian dan langkah-langkah yang telah diambil pihak penyelenggara untuk memastikan keamanan pertandingan.
“Kami dari penyelenggara sudah maksimal dengan penambahan kipas angin, blower di lapangan, AC, serta menambah tenaga yang bertugas di lapangan. Namun, kondisi lapangan licin tetap tidak bisa diatasi,” jelas Richie.
Hujan deras yang mengguyur area sekitar GOR Merpati malam itu turut memperburuk situasi dengan meningkatkan kelembapan di dalam gedung. Meski sebelumnya GOR ini telah melalui inspeksi dan renovasi, kondisi cuaca yang tidak terduga menjadi faktor utama yang membuat lapangan sulit untuk dikeringkan.
Pertandingan ulang dijadwalkan pada 12 Februari 2025 di GOR Purna Krida Bali, dengan skor dimulai dari awal sesuai regulasi IBL Bab VII ayat 1 poin 1.1. Richie menegaskan bahwa Bali United akan segera berkoordinasi dengan pihak GOR Purna Krida untuk mempersiapkan laga ulang ini.
Bagikan:

