
Keberhasilan PSKC Cimahi menumbangkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-0 ternyata tak cukup untuk membawa mereka promosi ke Liga 1.
Meski tampil dominan di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (18/2), nasib PSKC masih bergantung pada hasil pertandingan lain, yakni laga antara Persela Lamongan dan Persijap Jepara yang sempat tertunda.
Pertandingan antara Persela dan Persijap di Stadion Gelora Delta Sidoarjo awalnya dihentikan pada menit ke-73 ketika Persijap unggul 0-1.
Namun, laga yang kembali digelar pada Rabu (19/2) pagi berakhir dengan kemenangan Persijap.
Hasil ini memastikan Persijap sebagai runner-up Grup Y dan otomatis menutup peluang PSKC untuk naik kasta.
Padahal, kemenangan PSKC atas Bhayangkara FC sempat membangkitkan optimisme.
Sejak awal pertandingan, mereka tampil agresif menghadapi perlawanan sengit dari Bhayangkara FC.
Momen menegangkan terjadi di menit ke-44 ketika Chencho Gyeltshen mengalami insiden sikutan yang membuatnya harus mendapat perawatan.
Tak lama berselang, PSKC akhirnya memecah kebuntuan. Di menit ke-45+1, sundulan Agus Nova memanfaatkan umpan Hambali Tolib membawa PSKC unggul 1-0.
Keunggulan ini bertahan hingga akhir laga, meski Bhayangkara FC berusaha keras menyamakan kedudukan.
PSKC pun sempat memiliki jumlah poin yang sama dengan Persijap setelah kemenangan ini.
Sayangnya, saat pertandingan antara Persela dan Persijap dilanjutkan, tim asal Jepara itu sukses mempertahankan keunggulan mereka, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak play-off melawan PSPS Pekanbaru.
Dengan demikian, Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta tetap menjadi dua tim yang sudah dipastikan promosi ke Liga 1 sebagai juara Grup X dan Y.
Sementara itu, satu tiket promosi terakhir akan diperebutkan oleh Persijap dan PSPS Pekanbaru dalam laga play-off.
Bagi PSKC, kemenangan atas Bhayangkara FC tak cukup untuk mengubah nasib mereka, meski mereka telah berjuang hingga akhir.
Bagikan:

