Aremania Dilarang Hadir di Bandung: Polresta Tegaskan Larangan Demi Keamanan Pertandingan

Polresta Bandung telah memberikan instruksi tegas kepada Aremania untuk tidak hadir mendukung Arema FC secara langsung dalam pertandingan melawan Persib Bandung yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, akhir pekan ini. Larangan ini diberlakukan untuk mematuhi aturan yang mengatur tentang kehadiran suporter tim tamu, yang bertujuan untuk menjaga keamanan selama pertandingan.

Dalam rangka memastikan kepatuhan terhadap aturan ini, Polresta Bandung telah bekerja sama dengan Polresta Malang untuk mengatur situasi. Pelaksana Harian Kepala Polresta Bandung, AKBP Maruly Pardede, mengungkapkan bahwa manajemen Persib Bandung telah mengirimkan surat resmi kepada manajemen Arema FC untuk mensosialisasikan dan menegaskan larangan tersebut. “Pada intinya semua telah sepakat, Aremania untuk tidak berangkat mendukung timnya ke Bandung. Tentunya teman-teman Aremania bisa menahan diri dan menerima ini semua, karena ini untuk kebaikan bersama,” jelas Maruly di Soreang pada Selasa, 20 Agustus 2024.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, regulasi larangan kehadiran suporter tamu diatur oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru. Maruly menambahkan, “Tujuannya untuk menjaga situasi keamanan pada saat laga nanti di Bandung dengan aman dan kondusif. Untuk itu, kami pun berharap agar teman-teman Aremania bisa menonton pertandingan di rumah masing-masing saja.”

Pertemuan antara perwakilan Aremania dan Viking Persib Club yang berlangsung di Mapolresta Bandung membuahkan kesepakatan untuk mematuhi larangan ini. Ali Rifki dari Presidium Aremania mengonfirmasi bahwa mereka telah mematuhi keputusan tersebut dan menyarankan anggotanya untuk tidak bepergian ke Bandung. “Pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC dilarang mendapatkan tamu dari Malang. Kami ikuti dan sepakati aturan itu, kami juga sudah menghimbau kepada kawan-kawan di Malang, di Aremania, untuk tidak berangkat ke Bandung,” ujar Ali.

Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan ini dan berkomitmen untuk memastikan suasana pertandingan tetap kondusif. “Walaupun di musim ini kami tidak bisa satu tribun, mudah-mudahan silaturahminya tetap bisa terjaga. Mudah-mudahan di waktu lain kita bisa bertemu di satu tribun yang sama,” kata Tobias. 

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan pertandingan ini dapat berlangsung dengan aman dan damai, sesuai dengan harapan semua pihak terkait.

Bagikan:


Lainnya