
Dalam sejarah Liga Indonesia sekitar dua dekade terakhir, hanya dua tim yang pernah meraih gelar juara beruntun, Persib Bandung dan Bali United.
Namun keberhasilan Bali United pun sempat terjeda karena kompetisi dihentikan pandemi Covid-19, sehingga tidak benar-benar berlangsung dalam dua musim berturut-turut.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyadari fakta tersebut membuat perjuangan timnya musim ini kian berat.
“Jadi saya rasa di tahun ini kecuali suporter Persib dan sponsor Persib, tidak ada yang ingin kami menjadi nomor satu lagi, kami sekarang sendirian,” ujarnya.
Ia menambahkan, sponsor tentu berharap liga semakin menarik dengan hadirnya juara baru. Itu sebabnya, menurut Hodak, mempertahankan gelar kali ini akan lebih sulit.
“Jadi bagi saya, ini menjadi lebih sulit dari sebelumnya, dan kami akan berjuang,” kata Bojan.
Selain faktor sejarah dan tekanan eksternal, regulasi baru juga ikut menambah tantangan.
Musim 2025/26 memungkinkan tujuh pemain asing tampil bersamaan di lapangan, lebih banyak dibandingkan musim lalu yang hanya enam pemain.
“Ini membuat kualitas liga meningkat. Ini akan menjadi lebih sulit dari tahun lalu dan setiap tahunnya setiap tim merekrut pemain asing baru yang lebih baik. Itu penyebab liga meningkat,” pungkasnya.
Bagikan:

