
Persib Bandung resmi melepas dua pilar utamanya yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kejayaan tim.
Rachmat Irianto dan David da Silva tidak akan lagi mengenakan seragam Maung Bandung untuk musim 2025/26 mendatang.
Rachmat Irianto, yang bergabung pada awal musim 2022/23, tampil sebagai sosok kunci di lini tengah. Fleksibilitasnya menjadikannya pemain serba bisa. Ia kerap dimainkan sebagai gelandang bertahan, bek tengah, maupun bek kanan.
Dalam 66 laga Liga 1 dan 4 laga kontinental, ia mencetak dua gol dan memainkan peran vital dalam menjaga ritme permainan tim. Sayangnya, musim terakhirnya terganggu cedera, yang membuatnya hanya tampil di 12 pertandingan.
David da Silva lebih dahulu merapat ke Persib pada paruh musim 2021/22.
Dalam balutan kostum biru, ia menorehkan sejarah sebagai pencetak gol terbanyak klub di era Liga Indonesia, dengan 69 gol dari 103 penampilan. Rekor ini melampaui para legenda seperti Sutiono Lamso dan Cristian Gonzales.
Musim 2023/24 menjadi puncak performanya dengan torehan 30 gol yang menjadikannya top skor Liga 1. Ia juga unjuk ketajaman di panggung AFC Champions League Two dengan koleksi tiga gol dari empat pertandingan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi besar yang diberikan keduanya.
“Hatur nuhun, David. Gol dan assist yang nyaris tak pernah berhenti dari kakimu berkontribusi besar terhadap prestasi tinggi Persib,” ujarnya.
“Termasuk saat membawa tim ini meraih gelar back to back champion,” tambahnya.
Sementara untuk Rachmat, Adhitia menyebutnya sebagai sosok tak tergantikan dalam perjalanan Persib meraih dua gelar juara Liga 1 secara beruntun pada musim 2023/24 dan 2024/25.
“Selama tiga tahun bersama Persib, Rian selalu menjadi bagian penting tim ini, termasuk ketika meraih back-to-back champions di Liga 1 2023/24 dan 2024/25. Hatur nuhun Rian, atas segala dedikasi dan kontribusinya selama ini,” ucapnya.
Kedua pemain tersebut datang di waktu berbeda, namun meninggalkan warisan bersama yang tak terlupakan.
Duet keberadaan mereka di skuad berhasil menorehkan salah satu era tersukses dalam sejarah klub, yakni dua trofi Liga 1 beruntun dan kiprah kompetitif di level Asia.
Bagikan:

