Strategi Jadwal Padat: PERSIB Manfaatkan Keuntungan Geografis di 16 Besar ACL Two

foto: mjpsportbdg.id/Dena Sumarna

Sebagai juara Grup G, PERSIB akan memulai perjuangan di fase gugur dengan format dua leg:

  • 11 Februari 2026: Laga tandang di Stadion Ratchaburi FC, Na Muang.
  • 18 Februari 2026: Laga kandang di Bandung sebagai penentu kelolosan.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, yang hadir langsung dalam drawing di Kuala Lumpur, menyoroti aspek logistik sebagai faktor kunci yang menguntungkan. Menurutnya, bertemu wakil Thailand meminimalisir risiko kelelahan akibat perjalanan jauh.

“Faktor jarak patut disyukuri. Perjalanan ke Thailand relatif lebih bersahabat dibandingkan harus ke Korea Selatan,” ujar Adhitia. Hal ini menjadi sangat krusial karena pada bulan Februari, PERSIB dijadwalkan melakoni empat laga Super League, termasuk partai tandang berat melawan Borneo FC yang posisinya terjepit di antara dua laga ACL Two.

Meski bagan turnamen menunjukkan potensi pertemuan dengan raksasa Asia seperti Pohang Steelers (Korea Selatan) atau Gamba Osaka (Jepang) di babak perempat final, manajemen memilih untuk tetap memprioritaskan target jangka pendek.

  • Komitmen: Melangkah sejauh mungkin di kompetisi Asia dengan dukungan penuh Bobotoh.
  • Fokus: Konsentrasi penuh tertuju pada dua laga melawan Ratchaburi FC sebelum memikirkan fase berikutnya.
  • Catatan Sejarah: Ratchaburi menjadi klub Thailand kelima yang dihadapi PERSIB di kompetisi resmi Asia sejak tahun 1995.

Dengan manajemen jadwal yang terukur dan optimisme tinggi, PERSIB menatap babak 16 besar ini bukan hanya sebagai tantangan, melainkan peluang untuk membuktikan konsistensi mereka sebagai juara grup di level internasional.

Bagikan:


Lainnya