
PSKC Cimahi, yang mendapat julukan sebagai tim “kuda hitam” di babak 8 besar Pegadaian Liga 2 2025/2026, menghadapi tantangan besar saat bersiap melawan Bhayangkara Presisi FC pada laga kedua Grup Y.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (27/1/2025) pukul 15.00 WIB, menjadi momen krusial bagi PSKC untuk menjaga peluang lolos ke semifinal.
Direktur Operasional PSKC, Derry Hidayat, menyambut positif julukan “kuda hitam” yang diberikan kepada timnya.
Ia menilai predikat ini menjadi motivasi tambahan bagi PSKC untuk membuktikan kualitas mereka.
“Hal yang baik jika kami dianggap tim kuda hitam. Kami tidak menjadi sorotan, jadi kami bisa tanpa beban menghadapi tiga tim lain,” ujarnya.
“Semoga ini bisa menjadi motivasi kami untuk bisa membuktikan level kami di mana, dan bisa lolos ke Liga 1,” lanjut Derry.
Dalam laga pembuka Grup Y melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, PSKC Cimahi meraih hasil imbang 1-1. Hasil tersebut menempatkan PSKC di peringkat ketiga klasemen sementara dengan satu poin.
Sebaliknya, Bhayangkara Presisi FC berhasil mencatatkan kemenangan gemilang 3-0 atas Persijap Jepara, membuat mereka memimpin klasemen dengan tiga poin.
Derry memastikan bahwa PSKC Cimahi telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi Bhayangkara, yang dikenal sebagai tim solid dengan mayoritas pemain berpengalaman dari Liga 1.
“Kesiapan menghadapi Bhayangkara 100% kami sudah siap. Kondisi pemain semua bugar setelah pulang dari Tuban menghadapi Persela kemarin. Strategi pelatih sudah disiapkan untuk menghadapi Bhayangkara,” ungkapnya.
Ia juga mengakui keunggulan Bhayangkara sebagai lawan tangguh. Kendati demikian, Ia yakin dengan persiapan timnya.
“Kami tahu tim Bhayangkara diisi dengan pemain-pemain senior, pemain mayoritas dulu Liga 1, jadi kami benar-benar menyiapkan dengan matang,” pungkasnya.
Share this content:





