
Persiapan Persib menuju pekan ke-13 Super League 2025/26 menghadapi Dewa United memasuki fase penting.
Dengan jeda internasional sebagai ruang evaluasi, Julio Cesar (JC) menilai bahwa rangkaian enam kemenangan beruntun bukan sekadar catatan statistik, melainkan materi analisis untuk memastikan konsistensi tim tetap terjaga saat tampil di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 21 November 2025.
Bagi JC, kemenangan terakhir atas Selangor FC pada ajang AFC Champions League Two 2025/26 menghadirkan dua sisi berbeda.
Hasil itu memberi dorongan positif, namun juga membuka ruang koreksi terutama pada fase awal pertandingan.
“Kami sedikit lengah di awal sehingga kebobolan. Tapi setelah itu kami menguasai permainan, mengontrol bola, dan punya banyak peluang,” kata JC.
Sikap reflektif tersebut menunjukkan perhatian JC pada kualitas struktur bertahan tim.
Ia menilai bahwa dalam pertandingan sebelumnya, sistem pertahanan Persib tampil jauh lebih solid, baik dalam menutup ruang maupun merespons pergerakan lini depan lawan.
“Kami bermain sangat bagus, bisa mengendalikan semua aksi striker mereka dan melakukan pekerjaan yang baik bersama (Federico) Barba dan Patricio (Matricardi),” katanya.
Aspek penjagaan gawang juga tidak luput dari analisis JC. Penampilan Teja Paku Alam dinilai memberi fondasi tambahan melalui sejumlah penyelamatan penting yang menjaga kestabilan tim setelah kebobolan cepat.
Ia menempatkan kontribusi Teja sebagai faktor yang memengaruhi dinamika permainan di fase berikutnya.
Dengan tetap berpegang pada data dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, JC melihat laga kontra Dewa United sebagai kesempatan untuk memvalidasi perkembangan Persib, utamanya di area pertahanan.
Bagikan:

