
Kemenangan Persib Bandung atas Selangor FC dengan skor 3-2 di laga tandang tidak hanya menegaskan posisi mereka di puncak klasemen sementara AFC Champions League Two (ACL2), tetapi juga menandai munculnya dinamika baru dalam perjalanan klub asal Jawa Barat ini.
Hasil tersebut menguatkan citra Persib sebagai salah satu wakil Indonesia yang paling konsisten di level internasional.
Namun, di balik capaian di lapangan, ada geliat lain yang ikut bergerak, dari peningkatan perhatian publik hingga ketertarikan investor asing terhadap potensi komersial klub ini.
Menurut data kanal resmi AFC, pertandingan Persib vs Lion City Sailor mencatat 181.000 penonton live dan 113.000 penonton highlight. Angka itu bahkan meningkat ketika Persib menghadapi Bangkok United, dengan 166.000 penonton live dan 164.000 penonton highlight.
Kenaikan atensi ini memperlihatkan bahwa daya tarik Persib tidak semata bertumpu pada bintang lapangan, melainkan pada kekuatan basis pendukung yang solid.
Saat menjamu Lion City Sailor, sebanyak 13.000 penonton memenuhi stadion, menjadi jumlah penonton tertinggi dalam fase grup kompetisi tersebut.
Menariknya, dampak dari performa Persib juga merambah ke ranah bisnis. Manajemen klub disebut tengah menjajaki peluang investasi dengan sejumlah pihak dari Eropa, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah.
Salah satu rumor yang paling kuat adalah kedekatan Allian, perusahaan asal Jerman, menuju kesepakatan sponsor jangka panjang.
Minat juga datang dari City Football Group (CFG), induk Manchester City.
“Beberapa perwakilan CFG hadir di laga Bangkok United vs Persib,” ungkap seorang narasumber di manajemen Persib, dikutip dari viva.co.id.
“Mereka melihat potensi besar dari pertumbuhan digital Persib dan basis pendukung yang kuat.”
Selain itu, perusahaan Forestle asal Singapura, Shopee dan klub Lion City Sailor, dikabarkan tertarik membeli sebagian saham Persib jika klub tersebut benar-benar melakukan IPO dalam dua tahun mendatang.
Di sisi lain, kerja sama dengan Olympique de Marseille (Prancis) dalam bidang promosi digital juga sudah terjalin, dengan beberapa konten khusus yang memperkenalkan Persib kepada audiens Eropa.
Kemenangan atas Selangor FC turut berdampak pada posisi Liga Indonesia di tingkat Asia.
Berdasarkan peringkat terbaru, liga nasional kini berada di urutan 22 Asia, mendekati Singapura dan Vietnam.
Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia memiliki dua wakil di ACL2 musim 2027–2028, meskipun satu di antaranya masih harus melalui babak playoff.
Performa Persib di Asia memang mencuri perhatian, tetapi lebih dari itu, dinamika senyap yang terjadi di sekeliling klub ini menandakan fase baru, di mana daya saing tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kekuatan struktur dan daya tariknya di mata dunia.
Bagikan:

