
Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Australia dengan skor 1-5 pada laga ketujuh Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia membawa dampak signifikan pada posisi Indonesia di klasemen.
Dengan hasil ini, Indonesia tertahan di peringkat keempat dengan enam poin, setara dengan Bahrain dan China yang masih berjuang untuk lolos ke babak berikutnya.
Ketua PSSI, Erick Thohir, mengaku tetap optimis meskipun kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Timnas Indonesia.
Melalui media sosial pribadinya, Erick menegaskan dukungannya kepada para pemain dan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan sepak bola nasional.
“Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya,” tulis Erick.
Ia juga menyemangati para pemain agar tidak patah semangat.
“Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada,” tambahnya.
Sementara itu, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan analisis terkait faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan tersebut.
Dikutip dari kompas.com, menurutnya, taktik man to man marking yang diterapkan Indonesia belum berjalan optimal akibat keterbatasan waktu latihan.
“Para pemain sudah bekerja keras, tapi memang pressing depan Australia sangat baik,” ujar Shin saat menghadiri acara nonton bareng di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Shin Tae-yong juga menyoroti kegagalan Indonesia dalam memaksimalkan peluang emas di awal pertandingan.
Pada 10 menit pertama, Jay Idzes nyaris mencetak gol lewat tandukan, sementara Kevin Diks gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya membentur mistar gawang.
“Kita seharusnya bisa cetak gol di awal, tapi tak bisa memanfaatkan peluang, itu jadi salah satu faktor,” tambahnya.
Situasi di Grup C kini semakin ketat. Dengan hanya tersisa beberapa pertandingan, Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar untuk menjaga peluang mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Bagikan:

