
Persib Bandung menghadapi momen emosional menjelang akhir musim ini. Dua sosok penting dalam skuad Maung Bandung, pelatih kiper Luizinho Passos dan penjaga gawang Kevin Ray Mendoza, menyatakan perpisahan mereka dalam waktu hampir bersamaan.
Kevin Ray Mendoza memastikan bahwa laga melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu akan menjadi pertandingan terakhirnya mengenakan seragam Persib.
Dalam pernyataannya yang disampaikan lewat Instagram pribadinya, @kevinraymendoza, ia menulis, “Hari ini adalah sesi latihan terakhir saya dan besok akan menjadi pertandingan terakhir saya mengenakan jersey Persib.”
Begitupun dengan pelatih kiper Luizinho Passos yang mengunggah surat perpisahan di akun Instagram pribadinya tak lama sebelum Kevin membagikan unggahan pamitnya.
Pelatih asal Brasil ini resmi mengakhiri pengabdiannya selama lima tahun bersama Persib.
“Hari ini, dengan berat hati, saya mengucapkan selamat tinggal pada babak yang sangat istimewa dalam hidup saya. Lima tahun terakhir ini sangat intens dan tak terlupakan, penuh dengan semangat, dedikasi, dan rasa memiliki yang mendalam,” tulis Passos.
Kedua perpisahan ini menjadi akhir dari perjalanan yang masing-masing disebut sebagai salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup mereka.
Bagi Kevin, masa satu setengah tahunnya di Bandung telah menjadi salah satu momen terbaik dalam kariernya.
“Ini benar-benar pengalaman sepak bola terbaik dalam hidup saya dan saya tidak akan pernah melupakan waktu yang kita miliki bersama,” katanya.
Sementara itu, Passos yang telah menangani berbagai penjaga gawang Persib selama setengah dekade menilai bahwa kebersamaan itu telah membentuknya sebagai pribadi.
“Ini adalah tahun-tahun yang penuh dengan banyak pertempuran, kemenangan, pelajaran, dan pertumbuhan. Setiap momen, kemenangan, kekalahan dirayakan dengan sepenuh hati, dan setiap tantangan dihadapi dengan keberanian dan persatuan,” tulisnya.
Keduanya juga memberikan perhatian khusus kepada Bobotoh. Dalam unggahannya, Kevin menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pendukung Persib.
“Sejak datang ke Bandung, selalu menjadi harapan dan niat untuk tinggal di sini selama bertahun-tahun, tapi kadang satu pintu tertutup dan satu lagi terbuka,” ujarnya.
Senada dengan itu, Passos menuliskan, “Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan Anda. Energi dari tribun, kebaikan dalam setiap pertemuan, kata-kata penyemangat — semuanya mendorong saya untuk memberikan yang terbaik setiap hari.”
Kevin menutup pesannya dengan kenangan tak terlupakan saat meraih gelar juara bersama Persib dua musim berturut-turut.
“Menjadi juara berturut-turut dengan memenangkan liga dua musim berturut-turut dan merayakan dengan seluruh Kota Bandung. Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya,” katanya.
Sementara itu, Passos menegaskan bahwa kepergiannya bukan sekadar berpamitan dengan klub.
“Semuanya berubah sekarang, jadi saya memutuskan untuk meninggalkan klub. Saya tidak hanya mengucapkan selamat tinggal kepada sebuah klub saya meninggalkan kota yang menjadi rumah, orang-orang yang menjadi keluarga, dan basis penggemar yang menunjukkan kepada saya arti sebenarnya dari cinta tanpa syarat,” tulisnya.
Hingga saat ini, manajemen Persib belum memberikan keterangan resmi terkait pengganti keduanya maupun alasan di balik keputusan-keputusan tersebut.
Namun, warisan yang ditinggalkan Kevin Mendoza dan Luizinho Passos diyakini akan terus dikenang sebagai bagian dari kisah sukses Persib Bandung dalam beberapa musim terakhir.
Bagikan:

