
Di tengah gempuran cedera yang menimpa pemain-pemain kunci, Persib Bandung berhasil menjaga momentum kemenangan.
Pada pekan ke-29 Liga 1 2024/25, Maung Bandung sukses menundukkan Bali United dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Salah satu momen penting dalam laga ini adalah kembalinya Gervane Kastaneer ke lapangan setelah absen dalam dua pertandingan sebelumnya.
Masuk di menit ke-62 menggantikan Ryan Kurnia, Kastaneer langsung menunjukkan kontribusi meski belum mencetak gol.
Pelatih Bojan Hodak menyebut keputusannya memainkan sang striker tak lepas dari krisis di lini depan.
“Tentu saja kami memerlukan striker. Tapi masalahnya musim ini ada tiga pemain yang bisa mengisi posisi tersebut mengalami cedera. David cedera, Dimas cedera dan Kasta juga cedera,” ungkap Hodak.
Ia menambahkan bahwa meski belum menghasilkan gol, Kastaneer tampil cukup menjanjikan.
“Tapi dia menjalankan pekerjaan dengan baik, bahkan dirinya memiliki satu peluang untuk mencetak gol. Saya hanya berharap berikutnya dia bisa lebih baik lagi,” katanya.
Situasi darurat ini membuat Hodak mengandalkan rotasi ekstrem sepanjang musim. Tidak ada satu pun pemain yang tampil penuh dalam semua laga.
Dari total skuad, hanya tiga pemain yang belum mendapat menit bermain: Febri Hariyadi, Fitrah Maulana, dan Zulkifli Lukmansyah.
Febri baru kembali masuk dalam daftar pemain saat laga melawan Bali United, usai pulih dari cedera yang dialaminya sejak pramusim.
Sementara Fitrah masih menjadi kiper pilihan keempat, dan Zulkifli baru promosi di paruh kedua musim.
Di sisi lain, kontribusi Ciro Alves menjadi sangat vital. Dengan total 2.418 menit dari 28 laga, ia menjadi pemain dengan waktu bermain terbanyak di skuad, diikuti Gustavo Franca dan Nick Kuipers.
Rotasi yang dilakukan Hodak, baik karena cedera maupun akumulasi kartu, membuat hampir semua pemain berperan dalam perjalanan tim sejauh ini.
Kemenangan atas Bali United semakin memperkuat posisi Persib di papan atas klasemen.
Namun, bukan hanya hasil yang jadi sorotan, melainkan bagaimana kedalaman skuad dan kesiapan pemain lapis kedua jadi kunci bertahan di tengah tekanan.
Kembalinya Kastaneer menjadi simbol perlawanan Maung Bandung atas badai cedera yang tak kunjung reda.
Bagikan:

