
Manajemen Persib Bandung menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik percaloan dan peredaran tiket palsu yang kerap merugikan Bobotoh. Adhitia Putra Herawan, selaku Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, mengungkapkan keheranannya terhadap oknum yang sudah mulai berjualan tiket padahal fisik tiket sendiri belum dicetak oleh pihak klub.
Adhitia menjelaskan bahwa sistem pengamanan tiket Persib sangat ketat, di mana tiket fisik baru sampai ke kantor manajemen pada dini hari sebelum pertandingan.
“Tiketnya tuh selalu dicetak H-1, jam 01.00 pagi baru nyampe kantor. Jadi kalau kita main hari Minggu, tiketnya baru nyampe hari Minggu jam 02.00 pagi. Jadi kalau ada calo udah jualan, kami bingung jualan dari mana,” ujarnya.
Manajemen juga menyoroti adanya pihak-pihak yang sengaja mencari keuntungan dengan cara yang ekstrem, mulai dari membuat website bodong hingga menggunakan sistem pembayaran palsu.
Meski sistem one-KTP-one-ticket sudah diterapkan, Adhitia mengakui bahwa celah tetap ada jika oknum calo mengumpulkan tiket dari banyak orang. Tindakan Tegas dan Razia di Stadion Sebagai langkah konkret, Persib tidak hanya mengandalkan sistem digital, tetapi juga tindakan di lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, kami akan menyisir (area GBLA). Jika ditemukan ada calo yang tiketnya sampai bejibun, kami akan bawa dan interogasi untuk men-trace siapa sumbernya,” tegas Adhitia.
Manajemen mengimbau kepada seluruh Bobotoh untuk aktif melapor jika menemukan praktik percaloan melalui layanan pelanggan (Customer Service) resmi Persib demi menjaga ekosistem pertandingan yang sehat.
Bagikan:

