TC Persib di Thailand Tak Hanya Soal Taktik, Tapi Juga Soal Fisik dan Kebersamaan

foto: persib.co.id/Sutanto Nurhadi Permana

Persib Bandung memulai pemusatan latihan di Thailand sejak 17 Juli 2025 dengan dua agenda utama, membangun kekompakan tim dan menggenjot kebugaran fisik jelang musim baru.

Selama 10 hari ke depan, pelatih Bojan Hodak dan stafnya ingin memastikan bahwa seluruh pemain, terutama yang baru bergabung, bisa menyatu secara teknis maupun emosional.

“Pada dasarnya kami akan berada bersama-sama dalam sepuluh hari, para pemain akan saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Jadi bagi para pemain baru, ini bagus untuk menyatu dan kami akan siap untuk liga,” ujar Hodak.

Namun di balik upaya membangun chemistry tim, ada pekerjaan berat lain yang terus dijalankan secara sistematis oleh pelatih fisik Persib, Miro Petric.

Dalam dua pekan latihan yang sudah dijalani sebelum keberangkatan ke Thailand, ia mencatat level kebugaran para pemain masih berada di kisaran 50–60 persen.

“Saat ini kami berada di sekitar 50-60 persen. Tapi sampai awal musim, sampai 9 Agustus, baru kami bisa ada di angka 90-100 persen,” jelas Petric, Selasa (15/7), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Menurut Hodak, pemusatan latihan di luar negeri bukan hanya soal taktik, tetapi juga kesempatan langka untuk membentuk atmosfer tim yang solid sejak pramusim.

Hal ini penting karena skuad Persib musim ini dipenuhi pemain-pemain anyar yang belum saling mengenal secara mendalam.

Sementara itu, Petric yang juga berasal dari Kroasia seperti Hodak, menekankan bahwa intensitas latihan fisik selama TC akan meningkat secara bertahap, meski berat dirasakan di awal.

“Kami masih di awal (program). Pemain sekarang sedang kesulitan (intensitas latihan tinggi) seperti yang Anda lihat. Latihannya sangat keras. Tapi selangkah demi selangkah, kami mencapai target yang kami inginkan,” ucapnya.

Persib sendiri dijadwalkan menyelesaikan TC di Thailand pada 26 Juli 2025, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Liga Super Indonesia dan AFC Champions League Two musim 2025/26.

Bojan Hodak, yang meraih gelar pelatih terbaik Liga 1 dalam dua musim terakhir, percaya bahwa kombinasi antara kebersamaan dan kekuatan fisik akan jadi fondasi penting menatap kompetisi.

Bagikan:


Lainnya